,

Rangkuman Cara Penulisan Gabungan Kata yang Baik dan Benar

22.23


Cara Penulisan Gabungan Kata yang Benar
 
Rangkuman Cara Penulisan Gabungan Kata yang Baik dan Benar
pixabay.com
Gabungan kata adalah suatu penggabungan antara satu kata dengan kata lainnya. Untuk menulis suatu penggabungan kata harus sesuai dengan peraturan yang telah diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Dalam pembahasan kali ini mari kita kupas tuntas cara penulisan gabungan kata yang baik dan benar menurut PUEBI. Caranya sebagai berikut:
1.       Apabila gabungan kata tersebut adalah kata majemuk atau istilah khusus, maka gabungan kata harus ditulis terpisah.
Cara pertama ini hanyalah untuk kata gabungan berupa kata majemuk atau istilah khusus.
 Contohnya:
·        Anak kambing
·        Orang tua
·        Mata acara
·        Nikah siri

2.      Apabila gabungan kata berpotensi menimbulkan salah persepsi, maka harus ditulis menggunakan tanda penghubung (-).
Misalnya:
·        anak – istri itu tengah diperiksa oleh pihak kepolisian (anak-istri: anak dan istri)
·        anak istri-lurah itu parasnya cantic (anak istri-lurah: anak dari istri lurah)
·        ibu-bapak kami sedang tidak ada di rumah (ibu-bapak kami: ibu dan bapak kami)

3.      Meskipun diberi sebuah imbuhan, penulisan gabungan kata yang terpisah harus tetap ditulis terpisah.

Imbuhan yang dimaksud pada cara ini adalah imbuhhan awalan (prefix) dan imbuhan akhiran (sufiks) yang dibubuhkan ke dalam suatu gabungan kata.
Misalnya;
·         Para penonton bertepuk tangan atas penampilan Andini di atas panggung tersebut.
o    gabungan kata berimbuhan: bertepuk tangan, imbuhan: ber-, gabungan kata: tepuk tangan.
·         Tolong garis bawahkata-kata yang termasuk ke dalam kata berimbuhan!
o    gabungan kata berimbuhan: garis bawahi, imbuhan: –i, gabungan kata: garis bawah.
4.     Gabungan kata harus ditulis secara serangkai jika imbuhan yang dibubuhkan adalah awalan-akhiran (konfiks)
Tata cara ini merupakan kebalikan dari cara nomor 3, yang mana gabungan katanya mesti ditulis serangkai karena di depan dan dibelakangnya telah dibubuhi dua imbuhan sekaligus. Misalnya:
·         Kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatanmu di hadapan pengadilan nanti!
o    Gabungan kata berimbuhan awalan-akhiran: mempertanggungjawabkan, imbuhan: memper-kan, gabungan kata: tanggung jawab.
·         Berita itu telah disebarluaskan oleh para warga desa sekitar.
o    Gabungan kata berimbuhan awalan-akhiran: disebarluaskan, imbuhan: di-kan, gabungan kata: sebar luas.
5. Gabungan Kata yang Sudah Padu Harus Ditulis Secara Serangkai
Tata cara penulisan gabungan kata yang terakhir dilakukan jika gabungan kata terbentuk oleh kata dasar dan kata bentuk terikat seperti adi-, multi- atau yang seenisnya. Tata cara ini juga berlaku untuk gabungan kata yang kedua kata dasar yang padu dan mesti digabung saat penulisannya. Misalnya:
·         adikuasa: terdiri dari kata bentuk terikat adi + kata dasar kuasa.
·         olahraga: kata dasar olah yang berpadu dengan kata raga.

Demikian sedikit pembahasan mengenai cara penulisam gabungan kata yang saya kuitp dari dosenbahasa.com
Semoga lebih mudah mencermati dan mudah dimengerti.

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Archive