,

Rangkuman Materi Pola Penyajian Berita Untuk Ujian

22.22

Rangkuman materi Pola Penyajian Berita 

Berita adalah laporan suatu peristiwa / kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca serta menyangkut kepentingan mereka. Sebuah berita seharusnya berisi: 
  • What (apa) 
  • Who (siapa) 
  • Where (dimana) 
  • When (kapan) 
  • Why (mengapa) 
  • How (bagaimana) 

    Rangkuman Materi Pola Penyajian Berita Terbaru
    pixabay.com

Untuk memudahkan kamu mengingat 5 hal tersebut, kamu bisa menyingkatnya menjadi "ADIKSIMBA"  yang merrupakan singkatan dari apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. 

Jawaban atas keenam pertanyaan itulah yang kemudian disusun menjadi sebuah berita yang sesuai fakta tentunya. Sebuah berita dikatakan lengkap apabila memenuhi keenam pertanyaan tersebut, apabila tidak maka berita tersebut memiliki unsur yang belum lengkap. Akan tetapi, tidak semua berita memenuhi unsur keenam tersebut. 

Sebenarnya berita juga bisa hanya memiliki empat unsur, yakni apa, siapa, dimana, dan kapan. Keempat unsur itulah yang paling ingin diketahui oleh pembaca. Untuk mengetahui isi berita yang dibaca, kita berpedoman pada unsur berita tersebut. Begitu pun ketika kita menulis berita kita perlu memperhatikannya. 

Secara garis besar, susunan teks berita terdiri atas teras berita, tubuh berita, dan ekor berita. Dalam soal ujian, teks berita yang menjadi stimulus biasanya berupa tubuh berita dengan perhitungan satu kalimat satu unsur berita. 

  1. Teras berita lengkap 
Mengandung unsur berita lengkap. 
5W + 1H. Contoh: 
"Tentara Irak, kemarin, melakukan pengeboman di bagian tengah Kota Teheran menggunakan pesawat Phantoom yang menewaskan tiga penduduk sipil, sebagai balasan terhadap serangan Iran, dua hari sebelumnya." 
5W + 1H 
  • What/apa? : pengeboman 
  • Who/ siapa? : tentara Irak 
  • Where/dimana? : di bagian tengah kota teheran 
  • When/kapan? : kemarin 
  • Why/mengapa? : pembalasan terhadap serangan iran 
  • How/bagaimana? : menewaskan tiga penduduk sipil 

  1. Teras berita tidak lengkap 
Mengandung unsur 5W + 1H (minus), artinya boleh salah satu atau dua unsur berita tidak ada dalam teras berita. Contoh: 
"Banjir melanda sebagian besar Kota Surabaya akibat hujan yang turun selama lima jam lebih, Minggu sore" 
5W + 1H (minus) 
  • Apa? : Banjir 
  • Siapa? : - 
  • Dimana? : di sebagian besar Kota Surabaya 
  • Kapan? : minggu sore 
  • Mengapa? : hujan yang turun selama lima jam 
  • Bagaimana? : -  

Nah, itulah rangkuman materi singkat pola penyajian berita. Keep learning!

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog Archive